Buah Tangan Berharga Isra’ dan Mi’raj

Buah Tangan Berharga Isra’ dan Mi’raj
ilustrasi masjidil aqsa

Pada malam isra’ dan Mi’raj Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Saat itu, Nabi Ibrahim bertanya pada malaikat Jibril, “Siapa yang bersamamu wahai Jibril?” Ia menjawab, “Muhammad.” Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, “Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa itu tanaman surga?” Ia menjawab, “Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah). (HR. Ahmad)
Kalimat ini ringkas, namun syarat makna dan memiliki keutamaan yang luar biasa. Nabi pernah mengatakan pada salah seorang sahabatnya,‘Abdullah bin Qois,
“Wahai ‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena ia
merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari)