Gerhana Tak Bisa Dilihat, Apakah Tetap Shalat Gerhana?

Gerhana Tak Bisa Dilihat, Apakah Tetap Shalat Gerhana?
ilustrasi gerhana bulan

Peristiwa gerhana bulan total akan terjadi pada hari Senin, 21 Januari 2019. Gerhana bulan kali ini menjadi fenomena yang spesial. Karena posisi bulan berada dalam jarak tredekatnya dengan Bumi, dan pada saat Bulan sedang dalam tahap purnama.

Gerhana bulan inilah yang disebut sebagai fenomena Supermoon. Sebutan supermoon baru ditemukan pada tahun 1979 oleh Richard Nolle. Disebut supermoon jika bulan berada pada jarak sekitar 90 persen dari titik terdekatnya dengan Bumi.

Gerhana bulan langka kali ini sayangnya tak terlihat dari wilayah Indonesia. Apakah dengan demikian, umat Islam Indonesia tetap dianjurkan shalat gerhana?

Bila peristiwa gerhana itu hanya dapat dilihat di daerah Eropa dan sebagian Asia misalnya, maka yang dianjurkan melakukan shalat gerhana itu hanya warga muslim di negera negara itu. Sementara warga muslim Indonesia tidak dianjurkan untuk melakukan shalat gerhana, karena tidak terlihat.

Hal ini berdasarkan pada hadis nabi saw yang dituturkan sahabat Al-Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ‘anhu; Pada zaman Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pernah terjadi gerhana matahari yaitu pada hari wafatnya Ibrahim. Lalu orang-orang berseru, Terjadi gerhana matahari karena wafatnya Ibrahim. Maka Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian dan kehidupan seseorang. Jika kalian melihat keduanya berdo’alah kepada Allah dan sholatlah sampai kembali seperti semula.” (Muttafaq Alaihi)

Ucapan Nabi saw, “Jika kalian melihat keduanya..” menunjukkan bahwa anjuran shalat gerhana itu hanya bagi yang bisa melihat langsung. Jika tidak maka tidak dianjurkan shalat.

Wallahu a’lam.