Gosok Gigi Di Siang Hari, Apakah Puasanya Batal ?

Gosok Gigi Di Siang Hari, Apakah Puasanya Batal ?

 

 

Menggosok gigi merupakan sunah yang diajarkan nabi Muhammad saw. Dalam sebuah hadis beliau bersabda,

"Kalaulah tidak karena khawatir memberatkan, niscaya aku perintahkan kepada umatku untuk bersiwak setiap kali hendak shalat." (HR  Bukhari dan Muslim). 

 

Bersiwak artinya menggosok gigi dengan siwak. Siwak adalah alat penggosok gigi yang digunakan nabi saw. Terbuat dari cabang atau akar pohon arak atau salvadora persica yang banyak tumbuh di jazirah Arab. Pohon ini mengandung sejumlah zat yang bermanfaat bagi kesehatan mulut dan gigi. Antara lain zat antiseptik. 

Dalam hadis ini Nabi saw berkeinginan mewajibkan atas umatnya menggosok gigi ketika hendak berwudhu untuk shalat. Namun beliau khawatir hal itu akan memberatkan umatnya. Oleh karena itu, hukum menggosok gigi ketika hendak shalat itu hanya sunah saja. 

Hal ini dikuatkan dalam hadis lain. Nabi saw bersabda, "Bersiwak itu membersihkan mulut dan meridhakan (menyenangkan) Tuhan." (HR an-Nasa’i). 

 

Tidak ada pembedaan dalam hadis ini antara menggosok gigi di bulan Ramadan dan di waktu lain. Ringkasnya, menggosok gigi disunahkan ketika hendak shalat, baik di bulan Ramadhan maupun di bulan lain.

 

Lalu bagaimana jika menggosok gigi menggunakan pasta gigi atau odol?

 

Menggosok gigi dengan odol tidaklah membatalkan puasa. Hanya saja, memasukkan sesuatu yang mempunyai rasa ke dalam mulut saat berpuasa hukumnya makruh.

 

Meski menggosok gigi pada siang hari bulan Ramadan tidak membatalkan puasa, namun Nabi saw mengabarkan pada umatnya bahwa kondisi puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Bahkan Nabi saw bersabda:

 

 "Aroma mulut orang yang puasa, lebih harum di sisi Allah dibandingkan dengan aroma minyak misik" (HR. Muslim, Tirmidzi dll).

 

Berdasakan hadist ini ulama Syafi'I, Maliki dan Hanafi mengatakan, ber-siwak termasuk juga gosok gigi menggunakan pasta gigi keduanya mempunyai tujuan yang sama yaitu membersihkan mulut. Hukumnya makruh setelah masuk waktu Dzuhur hingga Maghrib.

 

Melakukannya pada waktu pagi hingga siang tetap disunnahkan. Karena umumnya orang yang puasa aroma mulutnya yang kurang sedap muncul setelah waktu siang. Karena aroma tersebut di sisi Allah mempunyai keutamaan, maka makruh menghilangkannya dengan bersiwak atau gosok gigi.

 

Berdasarkan pendapat ini, sebaiknya menggosok gigi dilakukan pada pagi hari, sebelum waktu Dzuhur.

 

Ketika menggosok gigi sebaiknya tidak berlebih-lebihan, khususnya ketika berkumur. Karena hukumnya makruh. Cukup dilakukan sewajarnya saja. Karena dikhawatirkan ada air yang masuk ke dalam perut hingga membatalkan puasa. Rasulllah saw mengajari kita,  "Kuatkan berkumur (ketika wudlu) kecuali bila kalian sedang puasa".

 

Wallahu A’lam