Haji, Allah Sudah Panggil Sejak Ribuan Tahun Silam

Haji, Allah Sudah Panggil Sejak Ribuan Tahun Silam

Haji, Allah Sudah Panggil Sejak Ribuan Tahun Silam

Apakah Haji Itu Panggilan Allah?

Seringkali kita mendengar istilah “haji adalah panggilan Allah”.  Mungkin kita pernah mendengar ungkapan-ungkapan ini. “Untuk bisa berangkat melaksanakan ibadah haji tidak hanya karena biaya, tapi juga merupakan panggilan Allah”. Orang yang menganggap demikian ini berdalih, Banyak orang yang sudah berusaha, bahkan semua persyaratan sudah siap, tinggal berangkat, tapi akhirnya tidak berangkat. Bukankah ini membuktikan ia belum dipanggil?!

Pemahaman ini mengakibatkan Banyak orang yang kaya kemudian mereka tidak tergerak hatinya untuk pergi melaksanakan ibadah haji.

Istilah “panggilan” ini sedikit mengganjal. Penggunaan istilah “panggilan Allah” seolah menafikan sebuah niat dan usaha manusia untuk menghadap Allah. Karena kata “panggilan Allah” terkesan bahwa orang-orang yang melaksanakan ibadah haji adalah pilihan Allah, sehingga bisa diartikan bahwa orang yang tidak atau belum dipanggil untuk ibadah haji, bukan orang-orang pilihan Allah.

Kerancuan ungkapan “panggilan Allah” akan berdampak kemana mana, bahkan bisa bisa kita akan terjebak pada kesalahan memahami ayat ayat dan hadis tentang haji.

Kita umat manusia, khusunya umat muslim di dunia sebenarnya sudah mendapatkan panggilan haji dari Allah swt. Bukan tahun lalu atau tahun tahun sebelumnya, tapi sudah sejak ribaun tahun silam. Sejak syariat haji ditetapkan oleh Allah kepada manusia, yaitu pada masa Nabi Ibrahim AS.

Allah Memanggil Melalui Lisan Ibrahim AS

Berawal dari perintah Allah swt kepada Nabi ibrahim untuk mendirikan bangunan kakbah. Ketika itu Ismail AS berusia sekitar 30 tahun. Imam  ath-Thabari meriwayatkan dari  penuturan Ibnu Abbas RA; “Ketika Ibrahim datang ke Makah, ia mendapati Ismail sedang membetulkan panahnya di sebelah sumur zam-zam. Ibrahim AS berkata, ‘Wahai Ismail, sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkanku untuk membangun sebuah rumah untuk-Nya”. Nabi Ismail langsung berkata,“Maka laksanakanlah perintah Tuhanmu.” ibrahim AS berkata,“Tapi Allah memerintahkan agar engkau membantuku”. Nabi Ismail langsung menjawab, “Kalau begitu aku akan membantumu,”

Atas petunjuk malaikat jibril, nabi ibrahim dan Ismail AS menuju ke tempat yang sudah dipilih Allah SWT. Nabi Ibrahim mengatakan pada malaikat Jibril, “Apakah aku diperintahkan untuk membangun Ka’bah di sini?” Jibril menjawab, “Ya,” Maka Bapak dan anak itu bekerja keras membangun kakbah di tempat yang telah ditunjuk oleh malaikat Jibril.

Seusai Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail menyelesaikan pembangunan Ka’bah, mereka berdoa sebagaimana Allah mengabadikan ceritanya dalam firmanNya,

Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan Kami, terimalah dari kami (amalan kami), Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Allah lalu memerintah Nabi Ibrahim as untuk menyeru manusia melaksanakan ibadah haji di Mekah. Dalam firmanNya; 

“Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh,” (Surah Al Hajj Ayat 22)

Inilah inti pembahasan kita. Allah SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk menyeru manusia, memanggil manusia untuk menunaikan ibadah haji.

Ada kisah menarik saat nabi ibrahim diperintahkan untuk memanggil manusia untuk berhaji. Saat itu, nabi Ibrahim AS tidak serta merta mengikuti perintahNya, karena ia merasa sebagai manusia biasa suaranya tak seberapa keras. Apakah mungkin manusia yang tinggal jauh mendengar panggilannya?

Nabi ibrahim pun mengatakan: “Wahai Tuhanku, suaraku tidak mampu memanggil hingga jauh”. Tapi Allah swt myakinkan Ibrahim AS dan menjawab keraguan Ibrahim AS, “Serulah!, Aku yang akan menyampaikan”.

Lalu Ibrahim menyeru, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah mewajibkan atas kamu haji ke Baitullah”. Dan ternyata, seluruh makhluk yang ada di bumi dan di langit mendengar seruan Nabi Ibrahim AS tersebut.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Nabi Ibrahim kemudian menghadap ke Yaman dan menyeru manusia untuk beribadah kepada Allah dan berhaji ke rumah-Nya. Kemudian terdengar jawaban, “Labbaik Allahumma labbaik.” Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah. Lalu Ibrahim as menghadap ke barat dan melakukan hal yang sama, dan terdengar jawaban yang sama.”Labbaik allahumma labbaik.” Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah.

Sejak saat itulah disyariatkan bagi yang mendatangi baitullah dengan mengucapkan, labbaikallahumma labbaik, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah.

Tata Cara Haji Diajarkan Langsung Oleh Malaikat Jibril

Sejak panggilan itu, syariat haji ditetapkan. Maka haji pertama di muka bumi berawal dan yang pertama tama melakukannya adalah Malaikat Jibril dan Nabi Ibrahim as. Imam At Thabari mengisahkan sabda Rasulullah SAW;

”Jibril menemui Nabi Ibrahim pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah), lalu pergi bersamanya ke Mina. Di sana mereka melaksanakan shalat Zhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya di akhir malam dan Subuh. Kemudian Jibril membawa Nabi Ibrahim ke Arafah dan menurunkannya di bawah pohon Arak, tempat yang sering digunakan orang untuk beristirahat. Di sana Jibril menjamak shalat Zhuhur dan Ashar, kemudian wukuf hingga tiba waktu Maghrib yang paling awal. Setelah itu, mereka meninggalkan Arafah menuju Masy’aril Haram dan menjamak shalat Maghrib dan Isya. Selanjutnya mereka diam sampai tiba waktu fajar yang paling awal, dan segera shalat fajar.  Kemudian, mereka diam lagi hingga waktu fajar yang paling akhir. Lalu mereka bertolak ke Mina dan melempar jamrah. Selanjutnya menyembelih hewan kurban dan terakhir malakukan Thawaf Ifadhah di Baitullah.

Inilah tata cara haji yang diajarkan Allah pada Nabi Ibrahim AS. cara haji ini terus diikuti oleh manusia, sekalipun sempat terjadi penyelewengan pada masa jahiliah, sebelum Islam. Namun, sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW syariat haji kembali dimurnikan seperti yang pernah diajarkan oleh nabi Ibrahim AS.

Dengan demkian, panggilan Allah untuk menunaika ibadah haji telah disampaikan oleh Nabi Ibrahim. Dan kewajiban kita, umat Muhammad SAW adalah memenuhi panggilan itu, Labbaikallahumma labbaik, aku penuhi panggilan-Mu ya Allah.

Masihkah kita berdalih, belum bisa menunaikan ibadah haji lantaran belum ada Panggilan?!

Wallahu a’lam

Tim Redaksi Suarmedia