Malam Lailatul Qadar di Depan Mata

Malam Lailatul Qadar di Depan Mata
Lailatul Qodar Ilustrasi

Ada seorang lelaki dari Bani Israil yang terkenal sebagai ahli ibadah. Malamnya dihabiskan dengan beribadah, bermunajat kepada Allah SWT. Sedangkan siangnya diisi dengan jihad . Tidak hanya seminggu dua minggu, atau sebulan dua bulan, tapi ini merupakan rutinitasnya selamam delapan puluh tahun. Ketika para sahabat Nabi mendengar kisah ini, mereka takjub dan merasa cemburu.
Mereka menyangka tidak akan pernah bisa menyaingi amalan seperti lelaki dari Bani Israil itu. Selain itu, Nabi SAW juga pernah menceritakan tentang empat orang lelaki dari Bani Israil yang selalu beribadah kepada Allah selama delapan puluh tahun. Dan selama itu juga mereka tidak pernah bermaksiat kepada Allah walaupun sekejap mata. Mereka adalah Nabi Ayub, nabi Zakaria, nabi Yehezkial, nabi Yusa’ bin Nun.
Para sahabat yang mendengar penuturan Rasululllah tersebut juga sangat kagum sekaligus iri. Untuk menghibur umat nabi Muhammad, malaikat Jibrilpun datang kepada Nabi Muhammad dan mengatakan,”Wahai Muhammad, apakah umatmu kagum dengan hamba Allah tersebut, yang beribadah selama delapan puluh tahun dan tak pernah bermaksiat meskipun sekejap mata?
Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah memberikan untuk umatmu yang lebih baik dari itu semua.
Malaikat Jibril kemudian membacakan surat al Qadar, yang didalamnya disebut tentang malam Lailatul Qadar, atau malam kemuliaan yang lebih baik dari seribu bulan, atau lebih baik dari delapan puluh tahun, empat bulan.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? (QS. al Qadr : 1-2)
Bayangkan, amal sholeh dilakukan semalam setara dengan ibadah selama delapan puluh tiga tahun atau lebih. Inilah kesempatan emas untuk menabung sebanyak-banyaknya amal ibadah bagi umat nabi Muhammad saw. Allahu A’lam.

TIM SUARMEDIA