Tiga Hal Ini Membuat Puasa Tidak Berpahala

Tiga Hal Ini Membuat Puasa Tidak Berpahala
ilustrasi pahala puasa

Di bulan Ramadhan ini setiap muslim memiliki kewajiban untuk menjalankan puasa dengan
menahan lapar dan dahaga, mulai dari fajar hingga terbenamnya matahari. Namun ada di antara kita yang melakukan puasa, dia tidaklah mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja. Inilah yang disabdakan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam:
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR..Thabrani)
Kenapa rasa lapar, haus dan dahaga mereka tidak dianggap oleh Allah SWT?
Makan, minum dan hubungan suami istri adalah hal-hal yang pastinya dapat membatalkan puasa.Tapi puasa sesungguhnya bukan hanya tentang menahan ketiga hal tersebut. Memang, menahan ketiga hal itu menjamin keabsahan puasa secara hukum, tapi belum memberikan kesempurnaan puasa. Karena bisa saja ada orang berpuasa, tapi ternyata puasanya hanya sekedar melepaskan kewajiban. Hanya sekedar membayar hutang, tapi tidak mendatangkan pahala. Bahkan haus dan dahaganya tidak dianggap sama sekali oleh Allah Subahanahu Wa Ta’ala.
Lalu apa saja yang membuat puasa seseorang tidak mendatangkan pahala?
Pertama, berdusta. Perbuatan ini bisa menjadikan pahala seseorang sia-sia. Artinya sekalipun dia merasakan lapar dan dahaga saat puasa, tapi tidak mendapatkan pahalanya.
Abu hurairah menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari).
Tidak hanya perkataan dusta, tapi juga perbuatan keji yang merupakan konsekuensi dari berdusta juga dapat merusak puasa. Redaksi hadis ini menggunakan kata “Zur” yang diartikan oleh para ulama dengan kata-kata dusta. Juga termasuk di dalamnya menghina, caci maki, ghibah, sumpah palsu, dan dosa lain yang muncul dengan sebab lisan. Semua hal tersebut dapat merusak pahala puasa.
Kedua, Perbuatan lain yang membuat puasa seseorang tidak berpahala adalah perkataan yang tidak bermanfaat dan perkataan cabul.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan
menahan diri dari perkataan laghwu dan rofats. apabila ada seseorang yang mencelamu atau
berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim)
Ketiga, Selain menahan lisan maka agar puasa tetap berpahala, diharapkan juga menahan diri dari perbuatan maksiat lainnya. Menahan diri dari memandang yang haram. Seperti melihat aurat lawan jenis, menonton tontonan yang memamerkan aurat, menganiaya orang lain, mencuri, korupsi dan mengambil hak orang lain dengan cara yang haram.
Kita juga perlu menahan diri dari mendengar yang haram. Seperti menghindar dari obrolan ghibah yang membicarakan aib orang lain.
Jabir bin ‘Abdillah, salah seorang sahabat Nabi menyampaikan sebuah nasihat,
“Seandainya kamu berpuasa maka hendaknya pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu turut berpuasa dari dusta dan hal-hal haram serta janganlah kamu menyakiti tetangga. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.”
Jika semua hal itu bisa ditinggalkan dan dihindari, Insya Allah puasa yang kita jalani menjadi lebih bernilai dan lebih sempurna, serta berpahala di sisi Allah SWT.

TIM SUARMEDIA